Mommy Schology - Diskusi Kesiapan Pernikahan dan Asesmen

 Hasil Diskusi Kesiapan Pernikahan dan Asesmen

1.     Apa makna pernikahan?

Pernikahan merupakan suatu perjanjian yang berat (mitsaqon ghalidzan antara Allah dan makhluknya) untuk menyempurnakan separuh agama dan mengikuti sunnah Rasulullah dengan mengikat dua keluarga yang bertujuan mencari ridho Allah dan Rasulnya atau biasa kita sebut sebagai ibadah terlama dan terpanjang yang mengantarkan kita pada kebaikan-kebaikan selanjutnya, InsyaAllah.

2.     Apakah berbeda ingin nikah dengan siap nikah?

Ingin menikah dan siap menikah keduanya merupakan hal yang sama-sama penting dan dibutuhkan. Sebab jika ingin menikah saja tanpa persiapan berarti lebih mengutamakan hawa nafsu atau hanya karena terpengaruh orang lain misalnya faktor usia, melihat teman pada menikah, booming keuwuhan pasangan selebgram, hanya ingin lari dari masalah dan lelah sendiri. Hanya ingin saja berarti belum ada tujuan, masih banyak keraguan dan ketakutan untuk menikah serta belum siap menerima konsekuensi setelah pernikahan.

Sedangkan jika siap menikah saja tanpa ada keinginan menikah, maka bisa jadi tidak terlaksana. Oleh karena itu keinginan menikah harus dibarengi dengan kesiapan menikah, ibarat satu paket menuju jenjang pernikahan. Setiap orang memiliki standard kesiapan yang berbeda-beda, dan tidak ada orang yang benar-benar 100% merasa siap menuju pernikahan, jika ada pun orang tersebut perlu dipertanyakan. Sebab yang berkaitan dengan ilmu, perbaikan diri tidak ada cukupnya hingga akhir hayat kita. Kesiapan disini dalam arti sudah siap dari segi umur, kematangan berpikir, mental, sosial, ekonomi/finansial, jelas visi misi kehidupannya, mencari ilmu tentang lingkup pernikahan/parenting/dan kawan-kawannya, bersikap dewasa dalam menyelesaikan masalah, sudah siap menerima resiko setelah pernikahan, sudah mengantongi izin ortu, sudah tau target dan memenuhi indikator pernikahan, sudah menyiapkan skill detail untuk pernikahan dan ada firasat siap dari dalam diri, paling tidak 7/8 dari 10.

 

3.      Apa yang paling penting dipersiapkan dalam pernikahan?

Meluruskan niat, Ilmu agama, ilmu pernikahan, kesehatan mental

1.     Upgrade  diri dan meluruskan niat mencari Ridho Allah

2.     Persiapan moral, spiritual (kedekatan dengan Allah, ilmu aspek keilmuan rumah tangga)

3.     Persiapan jasmani dan kesehatan

4.     Persiapan materi (kemandirian finansial yang disiapkan)

5.     Persiapan sosial (kematangan beradaptasi dan lingkungan)

6.     Menggantungkan hidup pada Allah, melakukan ikhtiar menjemput jodoh

7.     Melangkah dari masa lalu ke masa depan

 

4.     Seberapa penting Peran agama dalam pernikahan?

Sangat penting. Kalau tidak ada landasan agama kemana kita akan berpegang?

5.      Apa yang perlu dikomunikasikan di awal pernikahan?

Harapannya komunikasi di awal sudah selesai. Saat taaruf sudah dibahas, jadi pas nikah tinggal melaksanakannya. Isi komunikasinya: rencana jangka pendek dan panjang. Misalnya tinggal dimana setelah nikah? Lanjut S2 ? pekerjaan, pola pengasuhan, anak, pendidikan, pengeluaran rumah tangga, hutang-hutang yang ditangguhkan, rencana jangka panjang (dana pendidikan, investasi rumah dll, tabungan haji, dana pensiun) breakdown visi misi pernikahan dan cara merealisasikan, finansial (bagaimana cara mengatur pembayaran zakat), pembagian tugas domestic dalam rumah tangga, kebiasaan-kebiasaan yang belum dibahas di taaaruf misalnya kebiasaan suka dan tidak suka dari pasangan-hal-hal yang tidak bisa ditawar, menanyakan apa harapan suami pada istri, rencana memiliki anak dan kesehatan reproduksi-umur, permasalahan keluarga-tradisi keluarga, perkenalan keluarga lebih dalam

 

6.     Apa yang dilakukan jika ada perbedaan pendapat dalam pernikahan?

Lebih terbuka, kembali pada visi misi, jangan sampai misscom dan merancukan tujuan, melancarkan komunikasi dengan bahaa cinta dengan pasangan, menurunkan ego, mencari solusi dengan mediator keluarga pasangan/saksi nikah, perbanyak istigfar, menyampaikan apa yang kita mau jika kita lagi marah

Sharing ke teman-teman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mommy Schology - Baby Blues and Post Partum Depression